Masih Ada Preman yang Baik

BOGOR – Ini cerita yang diangkat dari sebuah SMS (Short Message Service) di harian Radar Bogor pada Selasa, 23 Oktober 2007. Penulisnya H. Ibrahim dari Menteng RT 05/08 Jakarta. Beritanya sangat menarik karena anggapan orang selama ini terhadap preman adalah orang-orang yang selalu berbuat jahat, usil dan segudang julukan stereotif lainnya. Berikut petikannya:

“Saya dan keluarga pakai mobil pulang dari Kebun Raya Bogor lewat Jalan Suryakencana. Mobil saya mogok di depan swalayan Ngesti. Keadaan hujan lebat dan mengakibatkan macet total. Tiba-tiba datang seorang bertato mendorong mobil saya, dibantu teman-temannya sekitar 50 meter sehingga mobil saya mesinnya hidup. Lantas saya berikan uang Rp 50 ribu kepada preman tersebut, tapi dia tidak mau mengambilnya. Katanya, “tidak Pak, kami ikhlas.” Lantas mobil saya pinggirkan, ingin mencari tahu siapa preman itu. Saya tanya kepada pedagang dan tukang parkir, namanya Ghozien cs. Katanya dia selalu menjaga wilayah setempat dari pencopet dan preman lainnua yang meresahkan disekitar situ. Saya salut masih ada preman yang baik hati.”

Benar-benar luar biasa! Zaman sekarang jarang sekali orang menolak pemberian uang atas dasar keikhlasan. Biasanya orang menolak atas dasar malu atau sungkan. Wajar jika bapak H. Ibrahim mencari tahu preman tersebut. Semoga amal baiknya dapat bermanfaat bagi masyarakat dan Allah SWT berkenan menerimanya. Amien. [imngrh]

Satu Tanggapan

  1. Subhanallah. Semoga akan menjadikan pembelajaran dan membukakan matahati untuk selalu menebarkan kemudahan bagi ummat. Kan balasannya juga bisa dirasakan dan gak tanggung2. Dengan satu drama nyata yang melegakan dan membanggakan hati bagi ummat. Terimakasih Ghozien cs. Jadikan Bogor wilayah yang sejuk.

Tinggalkan Balasan