BOGOR – Hampir semua warga Bogor, baik kota maupun kabupaten, pernah melewati Jalan Kapten Muslihat, persis didepan salah satu toserba, persisnya di Taman Topi ada sebuah patung salah satu pejuang yang sedang menunjuk. Dipinggangnya terselip pistol, nampak gagah. Semuanya juga tahu bahwa patung tersebut adalah patung Kapten Muslihat yang pernah tertembak dilokasi tersebut. Namun bagaimana dan siapa Kapten Muslihat, yang dijadikan salah satu nama jalan utama di Kota Bogor? Nampaknya tidak semua orang mengetahui bagaimana Kapten Muslihat berjuang dalam mempertahankan tanah air. Read the rest of this entry »
Naik Boogie Car di SKI Katulampa
BOGOR – Rasa penasaran akhirnya terobati juga setelah tadi siang (Rabu, 17/10) kami sekeluarga menyempatkan diri menaiki Boogie Car di Sumber Karya Indah (SKI) Tas Tajur Katulampa. Meski harus merogoh kocek cukup dalam tapi hati kami terpuaskan.
Sebelum menaiki boogie car, peserta diharuskan membeli tiket terlebih dahulu. Harganya lumayan mahal yaitu Rp. 30 ribu per kendaraan per 15 menit. Setelah membeli tiket, peserta diminta antri untuk mendapatkan giliran berdasarkan nomor karcis. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari rebutan saat menaiki kendaraan. Read the rest of this entry »
Mencari Sejarah Sunda dengan Dua Perahu
Oleh: Dr. Edi S. Ekadjati
SUDAH sejak tahun 1950-an orang Sunda gelisah dengan sejarahnya. Lebih-lebih generasi sekarang, mereka selalu mempertanyakan, betulkah sejarah Sunda seperti yang diceritakan orang-orang tua mereka? Katanya, kekuasaannya membentang sejak Kali Cipamali di timur terus ke barat pada daerah yang disebut sekarang Jawa Barat dengan Prabu Siliwangi sebagai salah seorang rajanya yang bijaksana. Betulkah? Read the rest of this entry »
Saleh Danasasmita, Sang Ahli Sejarah Sunda
BOGOR – Siapakah Saleh Danasasmita? Ternyata beliau adalah manusia langka di Indonesia, khususnya bagi orang Sunda. Beliau ahli sejarah Sunda, sastrawan sekaligus redaktur beberapa majalah Sunda seperti Mangle, Baranangsiang, Hanjuang. Buku-bukunya banyak dijadikan rujukan masyarakat terutama bagi peneliti, sejarawan, akademisi, dan orang yang peduli dengan sejarah Sunda. Dalam hidupnya pernah juga menjadi anggota dewan pada tahun 1964-1967. Read the rest of this entry »
Bogor menurut Ahli Sejarah
BOGOR – Bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, Kerajaan Tarumanagara, Pajajaran, Galuh, Pakuan, Kawali adalah bagaikan cerita diantara mitos dan sejarah. Tak jelas lagi yang mana mitos dan yang mana sejarah. Masyarakat, banyak sekali yang mengenal kerajaan dan tokoh-tokohnya sebatas nama yang dipakai untuk nama jalan seperti misalnya jalan Pajajaran atau Wastu Kencana, dan ada sebagian kecil yang mengenal melalui karya-karya sastra seperti Mundinglaya Dikusuma, .. atau dari sejenis kakawihan (senandung) seperti Ayang-ayang Gung yang menceritakan tokoh Ki Mas Tanu, … pribumi perwira kompeni Belanda yang dalam dirinya terbersit muncul rasa bangga akan kejayaan Pajajaran ketika membuka wilayah di atas puing kerajaan, …walau pada akhir cerita beliau menderita dua kerugian..dikucilkan oleh kompeni dan dicaci sebagai penghianat oleh masyarakat pribumi, …konon katanya …dan tetap tidak banyak diketahui siapa tokoh Ki Mas Tanu itu, …fiktifkah, samarankah, atau realita yang terkubur dan terlupakan terlindas pergantian jaman. Juga boleh jadi nama “Sunda” sendiri sebagai sebutan wilayah Jawa Barat tak banyak diketahui asal-usulnya oleh masyarakat setempat. Read the rest of this entry »
Sempur, dari Prajurit hingga Wanita Penghibur
BOGOR – Kali ini kita coba sedikit mengupas cerita tentang daerah Sempur. Ada dua versi tentang asal muasal penamaan daerah ini. Beberapa sumber menyebutkan, Sempur berasal dari nama sebuah jenis pohon, dimana pada beberapa puluh tahun lalu, daerah ini banyak tumbuh pohon-pohon Sempur. Pohon ini memiliki buah yang menyerupai melon dalam ukuran yang kecil, dan rasanya seperti buah jambu air. Jika Anda penasaran seperti apa bentuk pohon itu, Anda bisa mendatangi Kebun Raya Bogor dan menanyakan kepada petugas yang ada disana tentang keberadaan pohon Sempur yang masih tumbuh disana. Read the rest of this entry »
Kawasan Tajur, Dulu dan Sekarang
BOGOR – Sebagai orang yang sejak kecil tinggal di kawasan Tajur, Saya dapat merekam secara baik pertumbuhan kawasan tersebut mulai dari dulu hingga saat ini. Kawasan ini dulunya tidak terlalu ramai dan diminati orang. Orang dulu lebih memilih membuka usaha di kawasan Puncak daripada di Tajur. Dulu Tajur adalah tempat untuk istirahat karena udaranya yang sejuk dan dingin. Tahun 1975-an Saya tidak berani mandi pagi sebelum jam 8. Saat itu Saya harus mengenakan baju hangat kalau ingin keluar rumah. Sering kali juga Saya dapati kabut turun di pagi hari menyelimuti rumah-rumah penduduk. Read the rest of this entry »