Wartawan Dianiaya Preman Warjam

KAPTEN MUSLIHAT – Beginilah nasib wartawan. Selain dikejar-kejar deadline berita. Mereka juga beresiko dikejar-kejar preman. Ceritanya begini…

Usai meliput rekonstruksi pembunuhan di Ciawi, Kabupaten Bogor, para wartawan biasanya nongkrong di seputar Warung Jambu untuk menulis dan mengirim berita ke kantor redaksi di Jakarta. Di Warung Jambu memang ada tempat rental komputer yang menjadi tempat favorit para wartawan namanya Vena Plaza Internet. Lokasinya cukup strategis dan ramai. Berdekatan dengan Mall Plaza Jambu Dua.

Saat itu, Selasa (19/6) pukul 02.00 dini hari. Dua wartawan televisi (Global TV dan Trans 7) usai menjalankan tugasnya dan mencari warung makanan karena memang sejak sore tadi mereka belum sempat mengganjal perut mereka yang sudah keroncongan. Pencarian pun berakhir ketika mereka mendapati warung Indomie. Tanpa pikir panjang mereka masuk dan duduk sambil memesan dua mangkok Indomie rebus.

Saat mereka masuk warung, telah ada tiga orang di dalam warung tersebut. Dua laki-laki dan satu perempuan. Tercium bau alkohol menyengat saat tiga orang tadi bicara ngalor-ngidul. Menyadari ada orang yang telah masuk duluan, dua wartawan ini pun melempar senyum dan menyapa mereka sesuai dengan adat ketimuran. Sempat juga terjadi obrolan diantara mereka.

Tak berapa lama. Suasana jadi panas. Entah apa penyebabnya. Tiba-tiba, seorang preman yang mabuk berat mendekati seorang wartawan yang sedang memesan makanan dan langsung menghantamkan gelas berisi air (entah air teh atau alkohol –pen) ke kepala bagian belakang wartawan Global TV.

Saat ini juga si wartawan mengerang kesakitan dan terjatuh. Temannya langsung membantu dan melerai perang mulut berbuntut pemukulan tadi. Namun si preman pemabuk tidak terima. Dia terus mengoceh gak karuan dan mengancam akan membunuh si wartawan.

Menyadari situasi tidak memungkinkan dua wartawan tadi memilih lari dan menghindar. Namun alih-alih persoalan selesai. Malah wartawan tadi dikejar-kejar para preman. Wartawan lari menuju ke tempat koleganya kumpul. Untunglah pertikaian lebih besar yang melibatkan dua kelompok tadi dapat dihindari setelah Polresta turun tangan.

Melihat teman-temannya dianiaya, mereka tidak terima atas perlakuan para preman tadi. Apalagi penganiayaan dilakukan tanpa sebab yang jelas. Sampai kemudian para wartawan tersebut mengadukan penganiayaan ini ke Mapolwil dan Polresta saat itu juga.

Dalam pertemuan dengan Polwil dan Polresta, para wartawan dijanjikan bahwa penganiayaan tersebut akan segera diproses dan pelakunya ditangkap. Tak puas dengan itu, para wartawan pun mendatangi kantor DPRD Kota Bogor. Mereka minta bertemu dengan anggota dewan dan ingin menyampaikan aspirasi mereka.

Dalam dialog dengan dewan mereka mengajukan tiga tuntutan: (1) Para pelaku penganiayaan agar diusut tuntas; (2) Para preman yang meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum agar dirazia dan ditindak; (3) Satpol PP agar merazia minuman keras yang beredar secara luas dan ilegal di warung-warung kaki lima di seputar Warung Jambu.

Iman Nugraha SH, anggota Komisi A, mendukung dan menyambut tuntutan para wartawan tersebut dan berjanji secepatnya untuk melakukan koordinasi dengan Satpol PP dan Disperindagkop.

“Aspirasi yang teman-teman sampaikan akan secepatnya kita rapatkan, karena persoalan premanisme dan minuman keras saat ini bukan hanya meresahkan dan menimpa kalangan pers tapi juga masyarakat lainnya, jadi harus segera diambil tindakan,” tutur anggota komisi A Iman Nugraha kepada para wartawan di ruang paripurna saat audiensi, kemarin (Rabu, 20 Juni 2007). [Imngrh]

Tentang imngrh

Gawak artinya adalah Garis Waktu. Kalau di Twitter disebut dengan Timeline (TL). Blog ini merupakan kumpulan tweet yang isinya bermacam-macam topik/tema tentang apa saja yang menarik untuk ditulis. Penulis @imannugraha
Pos ini dipublikasikan di Sosial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s