Preman Diciduk, Miras Dirazia

KAPTEN MUSLIHAT – Buntut penganiayaan wartawan Selasa (19/6) lalu memaksa pihak Kepolisian dan Satpol PP turun tangan. Mereka menciduk pelaku penganiayaan dan merazia minuman keras (miras) yang beredar secara ilegal di warung-warung kaki lima.

Saat ini, preman yang menganiaya wartawan telah ditahan di Mapolresta dan sudah di BAP pihak kepolisian. Menurut warga, disekitar Warung Jambu memang sering nongkrong para preman dari beberapa etnis tertentu. Seperti preman Ambon, NTT dan Batak. Kadang preman lokal juga ikut nimbrung. Selain mengganggu, mereka pun sering meminta uang ke orang-orang yang lewat.

Sementara itu, razia terhadap warung-warung kaki lima penjual miras yang dilakukan malam hari ditemukan 700 botol miras yang dijual secara ilegal. Penemuan ini tidak mengejutkan karena menurut penuturan masyarakat disekitar Warung Jambu memang banyak beredar miras yang dijual pedagang kaki lima dan dikonsumsi secara bebas oleh para preman.

Warga sekitar mengeluhkan maraknya penjualan miras dilingkungannya. Belum lagi ditimpali dengan tingkah laku para preman yang sering mabuk-mabukan di jalan dan mengganggu orang lain.

Tidak tertutup kemungkinan ribuan botol miras lainnya akan ditemukan jika dilakukan razia diseluruh Kota Bogor.

Sementara itu menanggapi maraknya peredaran miras di Kota Bogor, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Rafinus Sukri mengatakan, miras yang beredar di warung kaki lima adalah ilegal dan biasanya peredarannya melalui jalur perorangan dan dari daerah lain sehingga sulit untuk dikontrol.

Rafinus menambahkan bahwa di Kota Bogor saat ini tidak ada panyalur atau distributor miras yang diatas 5 persen. Apalagi pabriknya. “Tidak ada sama sekali,” tegasnya.

Pihaknya, kata Rafinus, secara intensif melakukan pengawasan dengan mendatangi langsung cafe-cafe, penyalur, toko-toko, hotel, dan supermarket. Jika ditemukan minuman beralkohol melebihi ketentuan akan langsung disita, ujarnya.

Namun pihaknya menyadari jika miras ilegal beredar juga di warung-warung kaki lima. Karena itu, pihaknya telah bekerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan pengawasan dan razia. [Imngrh]

Tentang imngrh

Gawak artinya adalah Garis Waktu. Kalau di Twitter disebut dengan Timeline (TL). Blog ini merupakan kumpulan tweet yang isinya bermacam-macam topik/tema tentang apa saja yang menarik untuk ditulis. Penulis @imannugraha
Pos ini dipublikasikan di Sosial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s