Penataan Bangunan di Tajur Semrawut

BOGOR – Banyaknya bangunan, ruko atau toko di sepanjang Jalan Pajajaran hingga Jalan Raya Tajur yang menyalahi garis sempadan (GS) jalan maupun bangunan, membuat kawasan di lokasi tersebut terlihat semrawut.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bogor Iman Nugraha usai melakukan kunjungan kerja komisi ke Kantor Kecamatan Bogor Timur belum lama ini mengatakan, dari hasil pertemuan dengan Sekretaris Camat Irwan Gumelar dan Kasi Pengendalian Pembangunan Kecamatan Bogor Timur Sulhan, pada beberapa bangunan di Jalan Pajajaran yang menyalahi garis sempadan jalan.

“Seperti pembangunan gedung pertemuan yang didominasi warna putih di samping Grapari, padahal sebelumnya Komisi C telah memberikan rekomendasi agar pengelola memundurkan bangunan dengan toleransi 10 bulan. Tapi kenyataannya, hingga bangunan hampir jadi belum juga ada perubahan,” bebernya.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa pihak kecamatan mengaku sudah pernah menegur, tak terkecuali untuk bangunan lain yang melanggar aturan meskipun dari pihak dinas tertentu tidak menyukai ketegasan dari aparat kecamatan tersebut.

“Selain bangunan putih di Jalan Pajajaran, beberapa bangunan di sepanjang Jalan Raya Tajur juga banyak yang menyalahi GS bangunan dan jalan. Sehingga yang kita lihat pembangunan di sana, penataan bangunannya sudah semrawut dan tidak ada penanganan sama sekali,” ungkap Iman.

Tidak adanya penanganan, lanjutnya, berdampak pada ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan Tajur berkurang dan dampak lainnya adalah jalan ikut macet, rawan banjir ke pemukiman, menimbulkan bangkitan-bangkitan kendaraan yang menambah keruwetan kawasan Tajur.

“Dengan kondisi itu, seharusnya Pemkot menegur pemilik bangunan dan jika tidak diindahkan maka bisa dibongkar. Jika tidak ada penegakan hukum, terkesan Pemkot membiarkan terjadinya pelanggaran-pelanggaran,” tambahnya.

Apalagi di kawasan Tajur, kata politisi dari dapil Bogor Timur-Tengah ini, tidak ada jalan alternatif menuju ke arah Ciawi (kecuali jalan tol Jagorawi) dimana dulu asri kini dipenuhi bangunan tidak bersahabat dan menambah kesan gersang kawasan perniagaan itu. [Radar Bogor, 8 Agustus 2007]

Tentang imngrh

Gawak artinya adalah Garis Waktu. Kalau di Twitter disebut dengan Timeline (TL). Blog ini merupakan kumpulan tweet yang isinya bermacam-macam topik/tema tentang apa saja yang menarik untuk ditulis. Penulis @imannugraha
Pos ini dipublikasikan di Catatan Dewan, Kliping, Pemerintahan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s