Tips: Sunnah Lebaran Fitri

Di bawah ini, saya tuliskan Anjuran Rasulullah SAW dalam menyongsong Awal ‘Iedul Fitri.

SEBELUM BERANGKAT SHOLAT ‘IDUL FITRI:

  • Disunnahkan untuk mandi dan memakai wangi-wangian.
  • Memakai pakaian yang bersih dan rapi (tidak harus baru).
  • Disunnahkan untuk makan terlebih dulu.

Diriwayatkan dari Buraidah r.a. ia berkata: “Adalah Nabi SAW keluar untuk shalat ‘iedul fitri sehingga makan terlebih dulu, dan tidak makan pada shalat ‘idul adhha sehingga beliau kembali dari shalat ‘ied”. (H.R: Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dan Ahmad).

  • Meminta maaf dan ampunan kepada orang tua, suami/istri, dan anak-anak.
  • Sempurnakan pembayaran zakat fitrah.

Diperintahkan kepada semua muslimin dan muslimah untuk pergi ke tempat pelaksanaan shalat ‘ied, walaupun sedang haid.

Diriwayatkan dari Ummu ‘Atiyah r.a. ia berkata: “Rasulullah SAW memerintahkan kami keluar pada ‘iedul fitri dan ‘iedul adhha, semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid, mengasingkan diri dari mushalla tempat shalat ‘ied, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da’wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata: Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Beliau bersabda: Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya jilbabnya”. (H.R: Jama’ah).

SAAT BERANGKAT SHALAT ‘IEDUL FITRI:

  • Ketika menuju ke tempat shalat ‘iedul fitri, disunnahkan untuk mengambil jalan yang berbeda, antara pergi dan pulang.

Diriwayatkan dari Jaabir r.a. ia berkata: “Adalah Nabi SAW apabila keluar untuk shalat ‘ied ke mushalla, beliau menyelisihkan jalan, yakni waktu berangkat melalui satu jalan, dan waktu kembali melaluli jalan yang lain”. (H.R: Al-Bukhari)

  • Disunnahkan membaca kalimat dzikir dan takbir, selama berjalan dari rumah ke masjid atau lapangan, hingga waktu shalat ‘ied.

Diriwayatkan dari Azzuhri r.a. ia berkata: “Adalah manusia bertakbir pada hari raya, ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju ke tempat shalat ‘ied sampai mereka tiba di mushalla (tempat shalat ‘ied), dan terus bertakbir sampai imam datang. Apabila imam telah datang, mereka diam, dan apabila imam bertakbir, maka mereka pun ikut bertakbir”. (H.R: Ibnu Abi Syaibah)

SAAT DI TEMPAT SHALAT ‘IEDUL FITRI:

  • Membaca tahmid dan tahlil, hingga imam berdiri untuk shalat.
  • Mendengarkan khutbah dengan khusyu’ dan tenang. Hindari berbicara saat khatib sedang berkhutbah.

Diriwayatkan dari Abu Said, r.a. ia berkata: “Adalah Nabi SAW pada hari raya ‘iedul fitri dan ‘iedul adhha keluar ke mushalla (padang untuk shalat), maka pertama yang beliau kerjakan adalah shalat, kemudian setelah selesai beliau berdiri menghadap kepada manusia masih duduk tertob pada shaf mereka. Lalu beliau memberi nasihat dan wasiat (khutbah), apabila beliau hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah beliau putuskan, maka beliau perintahkan setelah selesai (beliau pergi)”. (H.R: Al-Bukhari dan Muslim).

USAI SHALAT ‘IEDUL FITRI:

  • Segeralah meminta maaf kepada paar tetangga dan kerabat lainnya.
  • Perbanyaklah bershadaqoh.

Semoga Anjuran Rasulullah SAW seperti saya tuliskan di atas, bisa semakin meningkatkan kadar iman kita semua kepada Allah SWT. Amien.

“SELAMAT ‘IEDUL FITRI, MOHON MA’AF LAHIR DAN BATHIN”

Sumber: Wuryanano [http://wuryanano.com/]

Tentang imngrh

Gawak artinya adalah Garis Waktu. Kalau di Twitter disebut dengan Timeline (TL). Blog ini merupakan kumpulan tweet yang isinya bermacam-macam topik/tema tentang apa saja yang menarik untuk ditulis. Penulis @imannugraha
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Religi dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s