Kawasan Tajur, Dulu dan Sekarang

Terminal Tas TajurBOGOR – Sebagai orang yang sejak kecil tinggal di kawasan Tajur, Saya dapat merekam secara baik pertumbuhan kawasan tersebut mulai dari dulu hingga saat ini. Kawasan ini dulunya tidak terlalu ramai dan diminati orang. Orang dulu lebih memilih membuka usaha di kawasan Puncak daripada di Tajur. Dulu Tajur adalah tempat untuk istirahat karena udaranya yang sejuk dan dingin. Tahun 1975-an Saya tidak berani mandi pagi sebelum jam 8. Saat itu Saya harus mengenakan baju hangat kalau ingin keluar rumah. Sering kali juga Saya dapati kabut turun di pagi hari menyelimuti rumah-rumah penduduk.

Saat itu masih Saya jumpai pepohonan besar dipinggir jalan. Kawasan yang saat ini menjadi pusat belanja tas Tajur adalah salah satunya. Ditempat tersebut terdapat sebuah rumah makan yang asri berbentuk kapal laut, lengkap dengan arena bermain bagi pengunjung. Namun sayang, rumah makan tersebut bangkrut dan dibiarkan terbengkalai dan akhirnya dirobohkan kemudian dibangun ruko-ruko.

Satu lagi kawasan cukup hijau yang sekarang sudah berubah jadi deretan ruko-ruko adalah yang saat ini menjadi bioskop Galaxy. Dulu tempat tersebut adalah pom bensin yang memiliki halaman luas dan ditumbuhi pohon-pohon.

Kemudian tempat yang saat ini menjadi pool bis Lorena, dulunya adalah bekas bangunan tua yang memiliki tanah luas yang banyak ditumbuhi pohon pisang.

Saat ini kawasan yang masih hijau di Tajur hanya tinggal satu, yaitu yang terletak berseberangan dengan pusat penelitian Biotrop Seameo. Dilokasi tersebut berdiri bangunan pabrik yang saat ini berfungsi sebagai gudang barang-barang. Tempatnya cukup luas dan masih terdapat lahan hijau yang diselingi pepohonan satu dua. Jika tempat ini berubah fungsinya, praktis kawasan hijau dipinggir jalan raya Tajur tinggal kenangan.

Dulu kawasan Tajur termasuk kawasan bebas macet, apalagi sejak jalan tol Jagorawi diresmikan. Praktis kawasan ini mati. Orang-orang Jakarta yang akan pergi ke Puncak tidak perlu lagi lewat Tajur karena bisa langsung melalui tol. Makanya wajar jika hotel atau wisma yang ada dikawasan Tajur bisa dihitung dengan jari. Yang paling terkenal adalah hotel Monalisa dan Mintaraga. Hotel yang disebut pertama sampai saat ini masih ada sekalipun kondisinya sudah memprihatinkan. Sementara yang kedua sudah lebih dulu gulung tikar dan berganti nama.

Namun lima belas tahun terakhir, kawasan ini berkembang sangat pesat sejak berdirinya beberapa usaha dealer mobil dan penjualan mobil baru dan bekas hingga menjadi kawasan bisnis baru yang menjanjikan. Tajur menjadi lebih terkenal sejak usaha Tas Tajur yang dipelopori oleh pabrik tas Sumber Karya Indah (SKI) di Bantar Peuteuy, Tajur, digemari pembeli dari berbagai kota. Sejak itu mulai menjamur toko-toko yang menjajakan tas, sepatu, baju (factory outlet), dan lain sebagainya. Bahkan kemudian berkembang lebih jauh dengan dibukanya beberapa bank, mini market (mart), perusahaan leasing, asuransi, dan rumah makan.

Pesatnya perkembangan di kawasan Tajur berdampak pada lingkungan dan banyak bangunan bangunan ruko yang dibangun di bibir Sungai Cibalok dan melanggar garis sempadan sungai (GSS) ataupun garis sempadan bangunan (GSB). Padahal itu sangat berbahaya dan sewaktu-waktu bisa longsor.

Ramainya kawasan tersebut jelas memicu kepadatan lalu lintas. Tidak aneh bila kemacetan selalu bisa dijumpai di sana. Namun sayang, menggeliatnya kawasan tersebut sama sekali tidak diimbangi dengan pembangunan jalan yang memadai. Sejak 15 tahun lalu, kondisi Jalan Raya Tajur nyaris tidak pernah berubah. Makanya siap-siap saja untuk bermacet ria setiap hari jika Anda melewati jalan tersebut pada jam-jam pulang kantor (jam 16.00-17.00).

Tajur hanyalah nama salah satu kelurahan di Bogor Timur. Jalan Raya Tajur yang terkenal itu panjangnya tak lebih dari dua kilometer. Yaitu membentang dari showroom Toyota dan kompleks LIPI hingga gudang pabrik Coca Cola dekat komplek Kehutanan, Sindang Rasa. Kawasan Tajur hanya menempati sebelah kiri jalan dari arah Sukasari atau Ekalokasari Plaza. Sedangkan sebelah kanan jalan adalah kelurahan Pakuan, Bogor Selatan. [imngrh]

Tentang imngrh

Gawak artinya adalah Garis Waktu. Kalau di Twitter disebut dengan Timeline (TL). Blog ini merupakan kumpulan tweet yang isinya bermacam-macam topik/tema tentang apa saja yang menarik untuk ditulis. Penulis @imannugraha
Pos ini dipublikasikan di Artikel, Bogor Tempo Doeloe, Obyek Wisata dan tag . Tandai permalink.

9 Balasan ke Kawasan Tajur, Dulu dan Sekarang

  1. kemal berkata:

    pemkot bogor apa enggak punya mata ya..! saya tau tajur sekitar tahun 77 – 80 an. cuman ada pabrik tekstil unitex (kalau tidak salah) dan rumah2 penduduk diseberang kali atau jurang itu. sekarang jadi ruko dan wilayah bisnis yang jelas2 melanggar tata ruang dan tata bangunan. padahal di puncak aja yang jauh dari pusat kota kabupaten berani ditertibkan oleh pemkab bogor, kenapa tajur yang jelas2 di depan mata bisa lolos?
    jangan alasan soal apbd lah.. memang pejabat itu engga ada yang mikirin rakyat

  2. AbSjam berkata:

    Tajur tahun 50-60 masih penuh sawah…dan tentu sudah menjadi jalur lalu lintas Bogor-Bandung atau Bogor-Sukabumi.
    Untuk keluar kota ke arah tsb di atas, kita akan melalui Jl. Suryakencana – Sukasari – baru masuk wilayah Tajur sampai ke area Ciawi yang saat itu masih berupa pertigaan lengang tidak seperti sekarang yang pabaliut (Agustus 2008).
    Lepas Sukasari maka kita sudah bisa menikmati suasana luar kota, banyak pesawahan, rumah satu dua dan mulai bisa merasakan hawa yang lebih sejuk dibanding dlm kota Bogor sendiri, sejuk terus sampai ke Ciawi Gadok Cibogo Cipayung dan seterusnya…apalgi di Puncaknya yang di tahun 50 orang tidak berani melintas di malam hari karena takut Gorombolan & begal …

  3. Imam Purwanto berkata:

    Aduh lihat tajur sekarang mah lier pabaliut. Dulu kalau mau pergi ke tajur atau ke Cipayung tempat saudara rasanya ke luar kota bangeut, karena saya lahir dan tinggal di Abesin belakang Pukdikzi. Naik opletnya dari pasar bogor, dan saya sedang membayangkan jalan dari pasar bogor ke Sukasari aduh enaknya sejuk dingin, naik oplet dari pasar bogor melihat pemandangan mulai dari simpangan batutulis dengan jalan siliwangi terus ke selatan tertutup sebagian oleh pasar gembrong dll depan Ekalosari dan lawang Gintung ke arah tajur sampai komplek pertanian dekat komplek pertanian. Pemandangan di tepi sungai Ciliwung aduh bukan main indahnya sawah-sawah maupun kebun dan gerumbul kampung dan pepohinan dilatari belakang gunung hambalang dan gunung pancar benar-benar pemandangan yang menarik (Bantar kemang masih sawah). Sekarang mah loba teing jelema meureun tanpa aturan yang jelas dan tegasbuktinya tanah pengairan disekitar jl raya tajur udah dipakai oleh dealer mobil dll, dahulu kosong tanah negara itu.

  4. Dhany berkata:

    Tajur… Hmmmm Kota Kecil di Roma. hehe.. 20 thn tinggal di Kota ini cukup menjilid satu sejarah bagi kehidupanku. Senang, sedih, gembira dan duka sudah kualami di Kota ini. Berharap Tajur selalu menjadi “Kota Classic” penghubung Kota-Kabupaten..
    KULINER yang perlu dikunjungi :

    1. Gorengan Mang Popon (Depan AKUR MOTOR)
    2. KETOPRAK weekend (Depan AKUR MOTOR)
    3. TERAS AIR

  5. adit berkata:

    Tajur sekarang jadi sering macet, semenjak ada stasiun tas, dunia tas, terminal tas, gimana ntar kalo ada bandara tas ma pelabuhan tas.. tambah macet aja deh tajur.

  6. davi berkata:

    rumah gw tajur (balai desa.red) klo mau ke ke bogor saya pilih lewat tol ciawi keluar wr jambu (jalan baru) klo lewat arah sukasari garinnnng macet kadang nga bisa jalan…..mostly weekend atawa libur….

  7. wah saya sejak 1961 sdh di bogor[sekolah)’dan tinggal di tajur sejak maret 1965, dari pasar gembrong jalan kaki pulang kantor di kebun raya bogor.jalan kaki enak dan hawanya sejuk.sekarang sdh punya cucu sdh kepanasan dan macetnya depan rumah nggak ketulungan, seperti waktu anak pertama akan lahir juga macet.maka depan rumah akan jadi TYA center atau pusat pusat asosiasi pemuda tajur, Tajur Youth Association, siapa mau jadi anggota?bogor, 5 nopember 2009

  8. Exo berkata:

    Ramainya Tajur adalah cermin dari Tajur masa kejayaan kerajaan Pajajaran. Disitulah letak muka atau wajah Kota Pakuan Ibukota dr Kerajaan Pajajaran (toegang tot het koninkrijk) yg ramai hilir mudik warga-warganya di sekitar pintu masuk kerajaan.
    Kuran lebih seperti itu tambahan dr saya. nuhun
    punteeenn pami lepat..
    sampurasun

  9. di taun 2014 tajur?
    wow macet sekali… tiap pagi jam 7 ke atas pasti macet ….
    tepat nya depan galaxi sampa ekalokasari .. beuh bayangin ampe pernah satu jam ane kena macet di situ… aduhhh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s